Hari ini aku mendapatkan sesuatu yang berharga. Mungkin tiada orang yang tau apa yang aku dapatkan hari ini. Aku juga bingung harus menjelaskan seperti apa kepada kalian. Hari ini aku terbebas dari ribuan bunga yang setiap hari harumnya membuatku tak karuan. Memang sulit untuk tidak bernafas dan menghirup baunya tetapi itulah sebuah tantangan buatku, sebisa apakah aku bertahan dari kondisi yang semakin memilukanku. Mungkin jika aku tidak berubah, aku akan menjadi gumpalan pasir kering yang mudah terkikis oleh angin.

Aku dan hatiku selalu bergejola dengan bunga-bunga yang bertebaran bagaikan hujan badai yang tiada hentinya. Aku berlari mencari celah agar aku bisa terbebas dari bujukan dan rayuan setan. Aku sudah cukup lelah dengan apa-apa yang aku lihat dihadapanku. Aku sudah lelah, aku harus bebas sebebas-bebasnya agar aku bisa berlari mengejar cita-citaku yang semakin jauh meninggalkanku disini.

Bunga itu cantik tetapi berduri. Tahukah engkau, banyak ribuan serangga terbuai oleh harumnya bunga yang semakin hari semakin indah. Apalagi manusia dengan otaknya yang mudah terprofokasi oleh bisikan misterius dari telinga kanan dan kirinya. Aku sudah mulai sadar terhadap semua yang memilukan itu hingga aku bisa melarikan diri dari kegalauan yang terus dan terus mengancam pohon kokoh dalam hatiku.

Dan selesai sudah sandiwara yang aku pikir tiada ujungnya ini. Sandiwara yang telah lama membelit otakku. Mungkin sedih dan kecewa saat semua ini berakhir tetapi dari sinilah aku sadar bahwa aku hanya sebuah debu yang mudah terbawa hembusan angin. Aku belum juga bisa mengerti arti sebuah cinta. Mungkin aku terlalu bodoh memikirkan cinta bahkan hanya sekedar mengucapkannya.

Aku belum pantas mencintai seseorang karena aku mulai takut dengan kata cinta itu sendiri. Cinta itu tidak bisa dilihat dan juga diraba. Aku takut saat aku mencintai, justru aku akan jatuh dalam jurang yang membuatku sulit menggapai permukaan jurang itu. Bagaimana jika aku terjatuh dalam jurang itu dan tidak kembali lagi?

Kata yang terdiri dari huruf : C, I, N, T, dan A ini semakin membuatku takut. Karena antara cinta dan nafsu saling berdampingan. Jika engkau mencintai pastilah ada sebuah nafsu, entah sadar atau tidak sadar engkau pasti merasakan sebuah nafsu. Sedangkan nafsu itu sulit untuk dikendalikan.

Aku harus berjalan menggapai bintang dan mencoba tidak mencintai seseorang hingga pada waktunya karena mencintai seseorang itu lebih sulit daripada membuat tulisan ini. Aku harus terbang dan terbang karena itulah yang bisa aku lakukan walaupun badai siap menerjang, akan aku lawan hingga pelipisku tak bisa berkerut. Aku yakin bisa menggapai bintang diantara langit yang tak terang, saat aku bisa menggapainya, akan aku berikan bintang itu pada seorang yang akan mencintaiku untuk selamanya hingga aku bisa disurga bersamanya.

Aku hanya menuliskan apa yang ada dipikiranku. Aku tak mengenal EYD dan tak mengenal pelajaran sastra. Aku juga bukan sarjana sastra yang bangga dengan gelarnya tetapi aku hanya ingin mengungkapkan apa yang ada diotakku ini beserta isi-isinya hingga aku merasa lega. Jika ada yang mengkritik tulisanku, aku persilakan dan akan aku buka sebesar-besarnya saran hingga aku bisa membuka otakku seperti seorang sarjana sastra tanpa gelar. Terima kasih.

 

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Search
Categories
Bookmarks